Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura (FKIP Untan), melaksanakan kegiatan MBKM Kampus Mengajar Perbatasan di SD Negeri 12 Entikong, Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mendukung pembelajaran di daerah perbatasan.
Entikong sebagai wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan dasar. Melalui program Kampus Mengajar Perbatasan, mahasiswa PGSD FKIP Untan hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada sekolah, sekaligus memperkuat peran LPTK dalam pemerataan kualitas pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Pelaksanaan Kegiatan berokasi di SD Negeri 12 Entikong, Kabupaten Sanggau dengan Dosen Pembimbing Lapangan: Rio Pranata, S.Pd., M.Pd. dan Kepala Sekolah: Halijah, S.Pd.
Mahasiswa PGSD FKIP Untan terlibat dalam kegiatan pembelajaran, pendampingan literasi dan numerasi, serta penguatan karakter peserta didik. Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan pedagogik, komunikasi, dan kepemimpinan di lingkungan sekolah perbatasan. Dampak dan Outcome yang diharapkan, bagi mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengajar di daerah perbatasan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi profesional sebagai calon guru, sekolah mendapatkan dukungan akademik dan tenaga pendamping dalam proses pembelajaran, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan dasar. Dan bagi program studi dapat memperluas kontribusi institusi dalam mendukung kebijakan MBKM, serta memperkuat peran sebagai LPTK yang responsif terhadap kebutuhan pendidikan di daerah 3T.
Program MBKM Kampus Mengajar Perbatasan di SD Negeri 12 Entikong menjadi bukti nyata komitmen FKIP Untan dalam mendukung pemerataan pendidikan dan penguatan kapasitas mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi sekolah, mahasiswa, dan masyarakat perbatasan, sekaligus memperkuat peran Untan dalam mencetak pendidik yang unggul dan berdaya saing.(hs)