Pengabdian Kepada Masyarakat: Pencegahan Perundungan dan SDGs di Sekolah Dasar Kota Pontianak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Penanganan dan Pencegahan Perilaku Perundungan di Lingkungan Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak” dilaksanakan di Asoka Room Hotel Harmony Inn, Kubu Raya. Acara ini dihadiri oleh para kepala sekolah, pendamping satuan pendidikan, guru SD, mahasiswa, serta dosen PGSD tanggal 20 September 2025, yang bersama-sama berkomitmen membangun lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua PKM, Drs. Kartono, M.Pd., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menciptakan sekolah ramah anak. Beliau menegaskan bahwa pencegahan perundungan merupakan langkah strategis untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas.

Tiga materi utama disampaikan oleh narasumber berpengalaman:
- Fight Bullying – oleh Dian Miranda, S.Psi., M.Pd. Materi ini membahas strategi mengenali, menangani, dan mencegah perilaku perundungan di sekolah dasar. Dian menekankan pentingnya peran guru dan sekolah dalam membangun budaya positif, komunikasi empatik, serta sistem pelaporan yang efektif untuk melindungi anak-anak dari dampak bullying.
- Profil Calon Guru SD dalam SDGs – oleh Dr. Ricka Tesi Muskania, M.Pd. Ricka menyoroti bagaimana calon guru SD perlu dibekali dengan kompetensi global, pemahaman tentang keberlanjutan, serta nilai-nilai inklusif. Guru masa depan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendukung pencapaian SDGs melalui praktik pembelajaran yang berorientasi pada keberlanjutan.
- Kaitan SDGs dan Konsep Pembelajaran di SD – oleh Arie Antasari Kushadisijayanto, S.Si., M.Si. Arie menjelaskan hubungan erat antara tujuan SDGs dengan konsep pembelajaran di sekolah dasar. Ia menekankan bahwa pembelajaran harus kontekstual, menumbuhkan kesadaran lingkungan, serta mengajarkan nilai perdamaian, kesetaraan, dan keberagaman sejak dini.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta, antara lain meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan perundungan di sekolah dasar, membekali guru dan calon guru dengan pengetahuan serta keterampilan untuk mengintegrasikan nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran, memperkuat jejaring kolaborasi antara sekolah, mahasiswa, dan dosen PGSD dalam mendukung pendidikan ramah anak.
Sebagai hasil dari kegiatan ini, diharapkan lahir Sekolah Dasar yang lebih ramah anak, bebas dari perundungan, Guru-guru yang berkompetensi global, siap mendukung pencapaian SDGs melalui pembelajaran kreatif dan inklusif, komunitas pendidikan yang berdaya, berkomitmen membangun masa depan berkelanjutan bagi generasi muda.(hs)