Bimbingan Teknis Calon Fasilitator Nasional Matematika Gembira Angkatan 1
Pada tanggal 19–22 Agustus 2025, Redtop Hotel & Convention Center Jakarta menjadi tempat pelaksanaan Bimbingan Teknis Calon Fasilitator Nasional Matematika Gembira Angkatan 1. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Muhammad Irfan Izudin, S.Si., M.Pd. dari Program Studi PGSD FKIP Universitas Tanjungpura.
Selama empat hari, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai konsep dan praktik Matematika Gembira—sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan suasana belajar menyenangkan, kreatif, dan kontekstual. Materi yang disampaikan meliputi strategi fasilitasi, pembelajaran matematika berbasis joyful learning, simulasi kegiatan kelas yang interaktif, diskusi kelompok dan praktik langsung merancang aktivitas pembelajaran, refleksi bersama untuk memperkuat kompetensi calon fasilitator. Kegiatan berlangsung dinamis, dengan peserta aktif berdiskusi, berlatih, dan berbagi pengalaman.
Keikutsertaan Muhammad Irfan Izudin dalam kegiatan ini memberikan dampak positif bagi PGSD FKIP UNTAN, antara lain penguatan kapasitas dosen dalam mengembangkan model pembelajaran matematika yang inovatif dan menyenangkan, transfer pengetahuan kepada mahasiswa PGSD, sehingga mereka dapat mengenal dan menerapkan pendekatan Matematika Gembira sejak dini, peningkatan reputasi institusi, karena keterlibatan dosen dalam program nasional menunjukkan komitmen FKIP UNTAN dalam mendukung inovasi pendidikan dasar, peluang kolaborasi dengan sekolah dan komunitas pendidikan di daerah, memperluas jejaring serta memperkuat peran UNTAN dalam mendukung kualitas pendidikan di Kalimantan Barat.
Dari kegiatan ini diharapkan lahir fasilitator nasional Matematika Gembira yang siap mendampingi guru di berbagai daerah. Kehadiran fasilitator akan membantu menciptakan suasana belajar matematika yang lebih menyenangkan, meningkatkan motivasi siswa, serta memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Bagi PGSD FKIP UNTAN, outcome ini menjadi modal penting untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dasar yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.(hs)