Pelatihan dan Workshop Lesson Study untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sains di Kab Kayong Utara

Guru sains di Kabupaten Kayong Utara terus melakukan peningkatan mutu pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan selalu melakukan diskusi dengan tim pengabdian masyarakat (PKM) dari program studi pendidikan biologi dan program studi pendidikan fisika di FKIP Untan. Senin, 12 Februari 2018 telah dilakukan pelatihan manajemen laboratorium yang disampaikan oleh Eka Ariyati,M.Pd selaku kepala Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Untan. Pada pembelajaran Sains memang telah dilaksanakan praktikum atau eksperimen. Tetapi perlu ditekankan bahwa pemberian arahan yang seksama misalnya cara pemakaian alat eksperimen, metode eksperimen, cara pencatatan, dan untuk apa dilakukan eksperimen penting dilakukan. Selain itu, kegiatan penguraian dan analisis hasil eksperimen sangat mendukung proses pemahaman konsep sains. Kegiatan pelatihan manajemen laboratorium diperlukan oleh sekolah-sekolah yang telah memiliki ruang laboratorium agar fungsinya dapat berjalan sebagai mana mestinya.

Di samping pemaparan manajemen laboratorium, dilakukan juga pemaparan tentang lesson study oleh Reni Marlina, M.Pd yang telah mengikuti program Short Term Training on Lesson Study (STOLS) for Institutes of Teachers Training And Education Personnel (ITTEP) selama 1 bulan di Jepang (28 Oktober 2017 sd. 28 Nopember 2017). Kegiatan diikuti oleh guru-guru yang bergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) biologi. Kegiatan ini menambah pemahaman dan keterampilan guru-guru bidang studi Biologi SMA dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui lesson study. Kegiatan diawali dengan menganalisis materi yang dianggap sulit dipahami oleh siswa di kelas kemudian dilanjutkan dengan penyusunan lesson plan yang lebih terperinci. 

Muji Utomo sebagai ketua MGMP Biologi Kabupaten Kayong Utara dalam acara pembukaan menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat berguna dalam membentuk guru yang profesional. Diharapkan setelah pelatihan ini, guru-guru di Kayong Utara khususnya guru mata pelajaran biologi dapat lebih semangat lagi dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran berbasis lesson study. Permasalahan yang ditemukan di dalam kelas masing-masing akan lebih baik jika dipecahkan secara berkolaborasi dengan melakukan observasi dan refleksi. Lesson Study dirasakan cocok dan sesuai untuk membentuk komunitas belajar sesama siswa dan sesama guru. Komunitas belajar yang terbentuk di sekolah dapat memacu rasa peduli misalnya dengan siswa yang memiliki keterlambatan berpikir. Lesson study juga dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan akan membentuk individu guru yang terus belajar dari pengalaman mengajar guru lainnya. Diharapkan dengan pengembangan Lesson Study di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Kayong Utara, guru tidak lagi memberi penjelasan panjang lebar kepada siswa dengan alasan materi yang harus diajarkan cukup banyak atau menyuruh siswa agar mereka hapal konsep pelajarannya persis sama dengan yang tertulis di buku pelajaran. 

Tahapan pertama dalam lesson study adalah Plan atau penyusunan lesson plan. Pada Gambar 3 ditampilkan proses pembuatan lesson plan. Kegiatan ini diikuti dengan serius oleh peserta sebanyak 15 guru. Pelatihan terlaksana dari pukul 09.00 WIB sd. 14.00 WIB. Satu jam kemudian, tim pelaksana memberikan waktu kepada peserta untuk membuat rancangan pembelajaran secara berkelompok sebanyak 4 orang dengan mengacu pada silabus kurikulum 2013.  Kegiatan guru dalam pembuatan rancangan pembelajaran atau lesson plan ini dibimbing langsung oleh tim pelaksana. 

Materi yang dipilih untuk dijadikan materi ajar dalam kegiatan lesson study dari 4 kelompok adalah materi genetika, pengelompokan makhluk hidup, evolusi, kingdom animalia, dan bioteknologi. Kegiatan Do atau Open Class direncanakan untuk dilaksanakan di salah satu sekolah yang akan disepakati dan akan mengundang seluruh anggota MGMP sebagai observer. Kegiatan ini juga akan melibatkan kepala sekolah dan pengawas SMA. Dengan kegiatan ini, akan membentuk komunitas belajar melalui lesson study atau Lesson Study for Learning Community  (LSLC) di sekolah secara berkelanjutan.