Lima Mahasiswa UNTAN Terima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) 2018

Future Leader Camp (FLC) 2018 merupakan kegiatan pelatihan kepemimpinan bagi 64 aktivis yang lolos seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) dari 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang diselenggarakan oleh Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa Pendidikan. Kegiatan ini terdiri dari rangkaian acara yang disusun secara matang untuk memberikan pembekalan kepemimpinan bagi 64 aktivis selama 4 hari, 3-6 Mei 2018 di Solo. Lima di antaranya merupakan aktivis dari Universitas Tanjungpura, yaitu Haris Setiadi (FMIPA Fisika 2014), M Akbar Aditya (FKIP Pendidikan Fisika  2015), Trivanila Noviza (FKIP Pendidikan Matematika  2014), Vera Puji Lestari (FKIP Pendidikan Fisika 2015), dan Yanuar R Ridha (FH 2015). Mereka merupakan aktivis terpilih yang lolos seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara regional Pontinak.

Tentunya peluang besar bagi para aktivis Indonesia yang terpilih untuk mengasah kepemimpinannya melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Beastudi Indonesia untuk menjadi pemuda calon pemimpin bangsa yang dapat memajukan Indonesia menjadi negara yang mampu bersaing secara global.

Randa Reynaldi selaku General Manajer Bakti Nusa regional Pontianak memaparkan bahwa peserta perwakilan setiap kampus yang mengikuti acara Future Leader Camp Merupakan peserta terpilih dari rangkaian seleksi yang begitu panjang. Dari 1000 lebih peserta yang mendaftar seleksi se-Indonesia, terpilihlah 64 peserta yang mewakili setiap kampus se-Indonesia. Mereka merupakan penerima manfaat Bakti Nusa.

“Semua penerima manfaat Bakti Nusa ini nantinya akan dibina selama dua tahun baik melalui program nasional, daerah, maupun individu. Adapun Output dari program Bakti Nusa ini adalah untuk menghasilkan pemimpin – pemimpin Indonesia di masa depan. Dan FLC adalah pintu gerbang pertama mereka untuk melalui hal itu” paparnya.

Melalui serangkaian aktivitas empat hari yang sangat padat tidak menyurutkan semangat para aktivis dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan. Ditambah lagi agenda yang dilaksanakan tidak hanya sekedar pembekalan materi, namun para aktivis juga saling bertukar pendapat mengenai permasalahan – permasalahan yang ada di Indonesia dengan berbagai solusi yang di tawarkan para aktivis melalui project camp.

Pembekalan pertama pada 3-4 Mei 2018 yang diterima oleh para aktivis adalah Training Orientasi tentang Dompet Dhuafa yang diberikan oleh beberapa narasumber. Antara lain Muhammad Syafi'ie El-Bantanie - Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Zaim Uchrowi - Pendiri Republika, Purwa Udiutomo - General Manager Beastudi Indonesia dan  Erie Sudewo - Pendiri Dompet Dhuafa. Acara ini dilaksanaka di Kusuma Sahid Hotel, Solo.

Selain diberikan Training Orientasi oleh para narasumber yang luar biasa, aktivis juga melaksanakan Gala Dinner dan Bincang-bincang inspiratif bersama Dedi Endriyatno, Wakil Bupati Sragen di Pendopo Rumah Dinasnya. Hari berikutnya, pada 5 Mei 2018 merupakan acara FLC yang juga terbuka bagi masyarakat umum, yakni Islamic Leader’s Talk. Acara ini dilaksanakan di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) yang meghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai narasumber dengan dipandu oleh Iwel Sastra. Para narasumber antara lain Imam Rulyawan - Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Mursida Rambe - Pendiri BMT Beringharjo, dan Miftah Sabri - CEO Selasar.com.

Rangkaian acara FLC 2018 dilanjutkan dengan kegiatan Project Camp bersama dua narasumber, yakni Arif Rahmadi Haryono (GM Pendidikan Dompet Dhuafa) dan  Hakam El-Farizi (CEO bawaberkah.org). pada sesi ini para aktivis mempresentasikan project bertema Techno Park yang telah mereka lakukan.

Setelah serangkaian acara pembekalan kepemimpinan, pada 6 Mei 2018 kegiatan ditutup dengan kegiatan outbond untuk memperkuat solidaritas para aktivis. Outbond dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan pikiran para aktivis. 

Tidak cukup sampai di sini, para aktivis penerima manfaat Bakti Nusa akan dibina selama dua tahun melalui berbagai kegiatan rutin baik ditingkat nasional maupun regional. Trivanila Noviza selaku salah satu penerima manfaat Bakti Nusa merasa sangat bersyukur telah diberi kesempatan untuk bisa mengikuti serangkaian agenda FLC 2018. “saya bersyukur atas kesempatan ini. Sungguh skenario Tuhan sangat luar biasa menghadirkan saya ada di antara 64 aktivis terbaik dengan berbagai latar belakang di seluruh Indonesia.  saya yakin di luar sana juga masih banyak aktivis – aktivis hebat yang memiliki kepedulian terhadap Indonesia. Intinya kita ada di sini untuk Indonesia. Kalau bukan kita yang merawat Indonesia, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.

Di agenda FLC tersebut juga berlangsung penandatanganan akad sehingga menandakan bahwa 64 aktivis yang dinyatakan lolos seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) tersebut telah resmi menjadi Penerima Manfaat Bakti Nusa Angkatan 8. Sehingga 3-6 Mei 2018 di Solo tercatat sebagai sejarah awal bagi 64 aktivis seluruh Indonesia untuk memulai perjalanannya bersama Bakti Nusa merawat Indonesia.