Bimbingan dan Konseling

A.    Sejarah berdirinya Prodi Bimbingan dan Konseling
Prodi BK lahir berdasarkan latar belakang semakin banyaknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh umat manusia pada umumnya dan para pelajar pada khususnya. Permasalahan itu akhir-akhir ini lebih menunjukkan pada hal-hal yang berkaitan dengan krisis karakter/moral/akhlak. Efek dari keadaan tersebut berpengaruh pada masalah pribadi, belajar, hubungan sosial, dan karir. Itulah yang mendasari munculnya keputusan bersama Mendikbud dan Kepala BAKN nomor:0433/P/1995 yang berkaitan dengan pentingnya keberadaan guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang angka rasionya setiap 150 orang siswa diperlukan seorang guru BK. Selain itu masih banyak hal-hal lain yang menjadi alasan perlunya prodi BK yang tidak dapat disebutkan satu persatu di sini.

B.    Izin Operasional : Nomor 108/E/O/2011. Tanggal 20 Mei 2011
 
C.    Visi Prodi Bimbingan dan Konseling:
Pada tahun 2020 Program Studi Bimbingan dan Konseling mampu menghasilkan guru Bimbingan dan Konseling yang beriman dan bertaqwa, berkualitas, unggul, dan kompetitif dalam bidang kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di tingkat Regional dan Nasional dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia.

D.    Misi Prodi Bimbingan dan Konseling:

Untuk mencapai visi tersebut ditetapkan misi program studi sebagai berikut:
  1. Menyelenggarakan pembelajaran yang bermuatan nilai-nilai religius
  2. Mengembangkan diri mahasiswa secara optimal melalui pembelajaran bidang bimbingan konseling individu, belajar, sosial, karir, akhlak mulia untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam era globalisasi.
  3. Mengembangkan keilmuan bimbingan dan konseling berbasis penelitian.
  4. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dalam bidang bimbingan konseling.
  5. Membangun kolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan mahasiswa secara profesional memasuki dunia kerja ditingkat regional dan nasional.
E.    Tujuan
  1. Mengintegrasikan nilai-nilai religius pada setiap mata kuliah.
  2. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi.
  3. Mengimplementasikan hasil penelitian dalam proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
  4. Deseminasi keilmuan Bimbingan dan Konseling kepada masyarakat.
  5. Meningkatkan peluang lulusan memasuki dunia kerja.