Sukses dan Cinta

Opini Ilmiah


Selasa, 24 Juni 2014 - 14:47:11 WIB | dibaca: 1081 pembaca



Kunjungan ke Estadio Santiago Bernabéu - Real Madrid FC

Oleh: Aswandi

HOLDEN (2007) dalam bukunya “Success Intelligence” menyatakan bahwa kata sukses diturunkan dari bahasa latin “succedere” yang berarti terus baik. Ini menyiratkan bahwa sukses adalah sebuah perjalanan bukan tujuan akhir. Jadi, jika sukses adalah sebuah perjalanan, maka menjadi penting mempertimbangkan perjalanan jenis apa yang harus dijalani, juga penting untuk mengetahui apakah anda sedang menempuh jalan “menuju kesuksesan”.ataukah jalan “kesuksesan”

Dibagian lain, ia menyatakan bahwa sukses tidak selalu naik dan cinta bukan sekedar emosi”. Ia mengutip pernyataan Sidney Harris bahwa; “Ganjaran tertinggi dari pekerjaanmu bukanlah apa yang kau dapatkan karenanya, melainkan menjadi apa kau dengannya”.

Benjamin Franklin; “kebahagiaan bukan di dalam benda, kebahagiaan ada di dalam diri kita”. Ditemukan 90% kesengsaraan dalam hidup ini dialami oleh mereka yang tidak mengenal diri mereka sendiri, dan kebanyakan dari kita menjalani hampir seluruh hidup kita sebagai orang yang sama sekali asing terhadap dirinya sendiri.

Harrison dan Frakes (2008) dalam bukunya “The DNA of Success” menegaskan bahwa kebahagiaan atau kesenangan adalah buah kesuksesan. Uang pangkal setiap kesuksesan adalah cinta sejati. Robert Browning menegaskan bahwa, “Tanpa cinta bumi kita tinggal kuburan”.

Richard St. John (2011) menulis buku berjudul “8 to be Great”. Ia mengemukakan 1 (satu) diantara 8 (delapan) sumber kesuksesan di segala bidang adalah; cinta   atau passion.

Filsuf Emmet Fox menulis, “Tidak ada kesulitan yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tidak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh cinta. Tidak ada pintu yang tak bisa dibuka dengan cinta. Tidak ada jarak yang tak terjembatani dengan cinta dan tidak ada dinding yang tak bisa diruntuhkan oleh cinta dan Harun Yahya seorang ilmuan muslim terkemuka abad ini berkeyakinan bahwa “Jangankan sukses dalam pekerjaan, terorist yang sangat menakutkan dan  musuh bersama dunia saat ini hanya dapat ditaklukkan dengan cinta”.

Modal sukses lainnya adalah;  (1) Kerja keras dan kerja cerdas; Tidak ada juara yang setengah hati. Semakin keras anda bekerja, semakin sulit anda menyerah, dan tak seorangpun yang memberikan kemampuan terbaiknya pernah menyesalnya; (2) Fokus pada satu hal dalam pekerjaan, bukan dalam banyak hal; (3) Memiliki motivasi tinggi; (4) Memiliki banyak ide bagus; (5) Mengembangkan atau memperbaharui diri secara terus menerus, meminjam istilah Stephen R. Covey “Mengasah Gergaji”; (6) Melayani orang lain dengan senang hati; dan (7) Tekun dan tahan banting menghadapi waktu, kegagalan, dan kemalangan.

Diyakini bahwa; (1) Cinta adalah langkah awal dan inti dari kesuksesan, dan cinta melebarkan visi, menumbuhkan kreativitas, dan meluaskan kecerdasan; (2) Orang sukses adalah orang yang mencintai pekerjaannya; (3) Cinta mengubah mereka yang berprestasi rendah menjadi berprestasi tinggi; (4) Masalah utamanya adalah sulitnya menemukan cinta sejati; (5) Disarankan untuk menemukan cinta sejati dengan cara menelusuri banyak jalan; (6) Akhirnya jatuh pada panggilan jiwa; (7) Ada suatu adegium, “Ikutilah ke dalam hatimu, bukan dompetmu”; (8) Lakukan demi cinta, uang akan datang dengan sendirinya.

Beberapa bukti, orang-orang sukses yang telah menempatkan cinta sebagai modal pertama dan utama dalam hidupnya; (1) Brian Little seorang pendidik yang dipilih menjadi profesor paling terkenal oleh mahasiswanya di Harvard University berkata; “Proyek pribadi saya adalah mengajar dengan cinta, dan saya melakukan apapun untuk bisa melakukan proyek saya tersebut sampai berhasil”; (2)  Margaret MacMillan, seorang professor sejarah dan penulis pemenang banyak penghargaan berkata, “Aku menghabiskan hidupku melakukan hal-hal yang aku cintai. Aku menyadari bahwa, aku mencintai sejarah sejak aku masih kecil; (3) JK. Rowling penulis buku “Harry Potter berkata, “Aku suka menulis buku ini. Aku pikir, tidak ada seorangpun yang benar-benar bisa membaca buku ini dengan kenikmatan yang melebihi perasaanku saat aku sedang menulisnya. Karena ia kutulis dengan cinta; (4) Bill Gates ketika duduk di kelas VI memiliki prestasi yang rendah di sekolahnya dan suka bertengkar dengan ibunya, . Orang tuanya memutuskan untuk mengirimnya ke seorang psikolog untuk mendapatkan konseling, dan hasil diagnosis tersebut menyimpulkan Bill Gates adalah benar-benar seorang pecundang yang tidak akan pernah menjadi apa-apa. Tetapi ketika dia menemukan cintanya terhadap perangkat lunak komputer, Ia langsung melesat sangat tinggi. Sekarang ini ia dikenal sebagai rajanya microssof  dunia. Dibanyak kesempatan ia berkata, “Saya dan Paul Allen tidak pernah berpikir bahwa kami akan mendapatkan banyak uang dari apa yang kami kerjakan, kami hanya suka mengerjakan perangkat lunak. Dengan mencintai pekerjaan tersebut mereka berdua tercatat sebagai orang terkaya di dunia; (5) Steve Jobs seorang CEO Apple mengatakan, “Aku menemukan apa yang aku cintai di awal hidupku. Jalan satu-satunya untuk benar-benar merasa puas adalah melakukan apa yang diyakini sebagai karya besar. Dan satu-satunya jalan untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintainya”; (6) Linda Keeler, general manager Sony Picture berkata, “Selama SMA, aku selalu mendapat nilai C dan aku dikenal sebagai siswa yang sangat malas. Namun kenyataan ini berubah, setelah aku melanjutkan pendidikanku ke college yang aku pilih sendiri dan menjadi sangat sukses karena aku telah menemukan cintaku. Jika anda memiliki suatu cinta, maka anda akan membuat perubahan yang besar”; dan (7) Michael Jordan seorang pemain basket handal yang kaya berkata, “Aku bermain basket karena aku mencintainya, kebetulan saja aku dibayar”.

Tumbuhnya rasa cinta tersebut karena profesi yang dijalaninya adalah panggilan jiwa atau hatinya yang dicita-citakan atau diinginkannya.

Sebaliknya, jika hari ini setelah sekian lama kita bekerja belum juga berbuah kesusksesan, barangkali jika kita jujur untuk mengetahuinya penyebab ketidak suksesan tersebut, maka akaan ditemukan bahwa kita belum mencintai profesi tersebut dengan sepenuh hati.

Informasi terakhir penulis dengar, bahwa sebuah program studi yang selama ini dikenal bergengsi atau prestisius di sebuah fakultas favorit dari sebuah universitas terkenal di negeri ini, setelah dilakukan penelitian psikologis terhadap mahasiswanya menyimpulkan bahwa para mahasiswa  di fakultas tersebut tidak layak bekerja karena diyakini tidak akan mencintai profesinya nanti sesuai prgram studi yang diikutinya.

Hasil penelitian tersebut sangat mengejutkan dunia pendidikan tinggi di Indonesia, lebih khusus di universitas tersebut. Penulis berkeyakinan, kondisi ini adalah sebuah fenomena gunung es yang bisa jadi juga terjadi di banyak program studi. Direkomendasikan agar sistem seleksi masuk atau rekrutmen mahassiswa baru direvitalisasi yang lebih mengedepankan test psikologi, kemudian dilanjutkan menguji test kemampuan akademik 

Mengakhiri opini ini, penulis menyimpulkan bahwa; kesuksesan bukanlah sesuatu yang permanen, melainkan perjalanan yang berkelanjutan. Jika kita ingin  memperoleh kesuksesan secara berkelanjutan,  maka kita pun tidak boleh berhenti mengusahakan atau meningkatkan cinta sejati yang bersemi dalam pekerjaan dan kehidupan kita. Sebaliknya,  jika kita tidak mengusahakan dan meningkatkan cinta sejati tersebut, maka kesuksesan juga akan berhenti. Jadi cinta bukanlah sekedar emosi dan sebuah cara untuk meraih kesuksesan, melainkan juga sebagai cara untuk mempertahankan kesuksesaan itu. Oleh karenanya, di rumah, di sekolah dan universitas, di kantor, di tempat kita bekerja dan dimana saja, jangan lupa menyediakan bumbu cinta (Penulis, Dosen FKIP Untan)



Berita Terkait Opini Ilmiah / Opini Aswandi

Pemimpin Sederhana

Prediktor Kemajuan Sebuah Bangsa

Pemimpin Pemberani

Pidato Pemimpin Perubahan

Miskin, Kaya dan Memberi