Sosok Utuh Guru Professional

Dunia Pendidikan


Senin, 07 April 2014 - 22:50:41 WIB | dibaca: 2078 pembaca



Gambar: mediasionline.blogspot.com

Profesionalisme yang dimaknai sebagai pekerjaan atau kegiatan, dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi adalah sebuah layanan ahli (scientific service) atau layanan yang berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based servive).


Guru sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah membutuhkan roh ilmu pendidikan yang selama ini dalam kondisi mengalami proses kematian atau mati suri. Oleh karena itu upaya menghidupkan kembali roh pendidikan melalui subject matter kualifikasi dan kompetensi guru sebagaimana terdapat di berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku sekarang ini bernuansa ilmu pendidikan (generic) dapat dipahami.

Guru professional menurut perundang-undangan yang berlaku, memiliki;

1. KUALIFIKASI AKADEMIK ATAU IJASAH S1 sesuai jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan yang diperolehnya melalui pendidikan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan program sarjana dan/atau program diploma empat sesuai bidang keahlian dan program studinya terakreditasi;

2. SERTIFIKAT PENDIDIK, adalah bukti formal sebagai pengakuan sebagai tenaga professional yang dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel;

3. KOMPETENSI, sebagai agen pembelajaran, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sosok utuh professional guru adalah standar minimal yang harus dimiliki oleh setiap guru, yakni;

1. PENGUASAAN BIDANG STUDI, yakni penguasaan bidang studi atau ilmu sumber bahan ajar, meliputi; (a) menguasai karakteristik, subtansi dan metodologi bidang studi (disiplinary content knowledge); (b) menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi sekolah (pedagogical content knowledge); (c) mengembangkan konsep ilmu dan memamfaatkan teknologi/seni; (d) mampu meningkatkan dan mengaplikasikan bidang studi dan materi; (e) kurikulum bidang studi yang berlaku sesuai dengan konteks atau lingkungan; (f) mampu menyesuaikan materi keilmuan dengan perkembangan siswa; (g) merencanakan dan membimbing keselamatan dan kesehatan kerja dalam tempat kerja/ laboratorium; dan (h) mengelola tempat kerja/laboratorium;

2. PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDK, yakni; pemahaman yang mendalam tentang peserta didik, meliputi; (a) mampu mengindentifikasikan potensi peserta didik yang perlu dikembangkan; (b) menguasai karakteristik potensi peserta didik; (c) memiliki komitmen terhadap hak dan kewajiban peserta didik; (d) mengenal dan memafaatkan lingkungan peserta didik; (e) menguasai cara dan gaya belajar peserta didik; (f) bersikap dan berprilaku empati terhadap peserta didik; (g) membimbing dan mengembangkan karier peserta didik;

3. PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK, meliputi; (a) merencanakan dan merancang pembelajaran yang mendidik; (b) menguasai pendekatan, metode dan media pembelajaran; (c) melaksanakan pembelajaran yang mendidik; (d) mengenal prinsip dan prosedur asesmen proses dan hasil belajar peserta didik; (e) merencanakan dan melaksanakan asesmen proses dan hasil belajar peserta didik; (f) memanfaatkan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran; (g) merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran;

4. PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN KEPROFESIONALAN SECARA BERKELANJUTAN, yakni: (a) mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja; (b) mampu menilai kinerja sendiri; (c) mampu bekerja mandiri dan bekerja sama dengan orang lain; (d) mampu mencari sumber-sumber baru dalam bidang studinya; (e) memiliki komitmen terhadap profesi dan tugas profesional; (f) mampu berkomunikasi dengan teman sejawat dan peserta didik; (g) mampu meningkatkan diri dalam kinerja profesional.

(Penulis: Aswandi - Dosen FKIP Untan)


Berita Terkait Dunia Pendidikan /