Seminar Internasional Pendidikan

Kabar Kampus


Kamis, 20 November 2014 - 10:04:25 WIB | dibaca: 1061 pembaca



Foto: Seminar Internasional Pendidikan

Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya. Kenyataan ini dapat dilihat dari kondisi sosio-kultural, demografis maupun geografis dalam suasana multi kehidupan dinamis yang demokratis. Keberagaman ini dimaknai sebagai kekuatan pemersatu bangsa dengan mendepankan sikap saling menghargai, menjunjung perdamaian, mengembangkan nilai-nilai kualitas peradaban ke arah yang lebih baik. Pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, pusat pembudayaan akhlak manusia bertanggungjawab mengawal nilai-nilai kualitas peradaban bangsa dalam keberagaman. Tidak mengherankan apabila pendidikan menjadi ajang rebutan dalam masyarakat, karena lembaga pendidikan adalah dapur masa depan suatu masyarakat dan bangsa. Dalam era reformasi ini, melalui pendidikan kita ingin mewujudkan masyarakat madani. Tentunya masyarakat tersebut haruslah berakar hidup dalam kebudayaan nasional.

Proses pendidikan yang berakar dari kebudayaan, berbeda dengan praksis pendidikan yang terjadi dewasa ini yang cenderung menyamankan proses pendidikan dengan kebudayaan. Pendidikan haruslah memberikan jawaban kepada kebutuhan (needs) dari masyarakat sendiri dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat itu sendiri (needs oriented). Nilai-nilai yang hidup merupakan perwujudan dari proses humanisasi berarti manusia itu bukan hanya sekedr dapat hidup dan makan, tetapi juga bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan terhadap kesejahteraan masyarakat. Proses humanisasi merupakan suatu proses yang terbuka dimana manusia dapat menguasai ilmu pengetahuan serta penerapannya, penghayatan seni gerak, seni musik, seni patung, dan sebagainya. Paradigma baru didalam pengembangan kelembagaan pendidikan haruslah menghidupkan persaingan mutu yang memicu dinamisme kebudayaan ke arah eksperimen tanpa merugikan kepentingan stakeholders yaitu peserta didik, orang tua, dan masyarakat.

Tujuan
(1) Menjalin kemitraan dan memperkuat kerja sama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak dengan Universitas Tun Abdurazak Kuching-Sarawak
(2) Mengembangkan jejaring (net working) antara dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak dengan dosen Institut Pendidikan Guru Sarawak dan dosen Universitas di Kuching-Sarawak.
(3) Mengembangkan jejaring (net working) ilmu pengetahuan dalam berbagai rumpun ilmu pendidikan antar dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak dengan dosen Institut Pendidikan Guru Sarawak dan dosen Universitas di Kuching-Sarawak.

Peserta Seminar
(1) Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak dengan dosen Institut Pendidikan Guru Sarawak dan dosen Universitas di Kuching-Sarawak.
(2) Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak dengan dosen Institut Pendidikan Guru Sarawak dan dosen Universitas di Kuching-Sarawak.

Pelaksanaan
Seminar dilaksanakan:
1. Hari/Tanggal: Jumat/5 Desember 2014
2. Tempat: Gedung Rektorat UNTAN, Aula FKIP Untan
3. Waktu: Pukul 08.00 WIB - 17.30 WIB

Kontribusi Seminar
Selengkapnya dapat dilihat di BROSUR ini .


Berita Terkait Kabar Kampus / Kerjasama FKIP Untan dan Institut Pendidikan Guru Sarawak Kampus Tun Abdul Razak

Pisah Sambut Dekan FKIP Untan

Mahasiswa Baru Program pascasarjana S2 di Lingkungan FKIP Untan Tahun 2014/2015

Kelulusan Calon Mahasiswa Baru Program Pascasarjana S2 Kependidikan FKIP UNTAN Gelombang II TA 2014/

Hasil Seleksi Mandiri Universitas Tanjungpura 2014

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES 2014)