Kurikulum 2013 Gunakan Konsep Piramida Pembelajaran Aktif

Dunia Pendidikan


Minggu, 10 Agustus 2014 - 03:46:04 WIB | dibaca: 992 pembaca



Implementasi Kurikulum 2013 menggunakan Piramida Pembelajaran atau Learning Pyramid. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, ada dua jenis pembelajaran dalam Piramida Pembelajaran, yaitu Passive Metodhology dan Participatory Methodology. Jenis Piramida Pembelajaran yang kedua masuk dalam kategori pembelajaran aktif yang digunakan dalam Kurikulum 2013.

Mendikbud mengatakan, kedua jenis Piramida Pembelajaran berkaitan dengan daya serap dan daya lekat sang anak dalam mempelajari sesuatu. Ia memaparkan, dalam Passive Metodhology, ada metode membaca, belajar sendiri, audio visual, demonstrasi atau praktik.

“Ternyata membaca itu hanya punya kontribusi 10 persen yang bisa melekat pada sang anak,” ujar Mendikbud saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), di Plasa Insan Berprestasi Kemdikbud, Jakarta, (5/8/2014). Sedangkan, lanjutnya, audio visual bisa meningkatkan daya serap hingga 20 persen, demonstrasi sebesar 30 persen, dan belajar sendiri sebesar 5 persen.

Tingkat daya serap lebih tinggi ada dalam Participatory Methodology, yaitu konsep Piramida Pembelajaran Aktif yang digunakan dalam Kurikulum 2013. Mendikbud menuturkan, beberapa metode dalam pembelajaran ini antara lain diskusi kelompok, yang dapat meningkatkan daya serap hingga 50 persen, dan eksperimen sebesar 75 persen.

“Dan kalau ternyata kita biasakan dalam pembelajaran, anak-anak diminta untuk menyampaikan hasil pembelajaran ke anak lain, daya serapnya naik jadi 90 persen. Ini menarik,” katanya. Karena itu ia mengatakan, apa yang digagas dalam Kurikulum 2013 pada dasarnya adalah jenis pembelajaran aktif seperti Participatory Methodology.

Dalam Kurikulum 2013, peserta didik diarahkan untuk aktif mengamati, bertanya, memikirkan,  bereksperimen atau mencoba, sampai pada akhirnya menyampaikan dan mengomunikasikan apa yang telah dipelajarinya kepada guru dan teman-temannya. “Pembelajaran yang berbasis pada eksperimen dan menuntut mereka untuk mengajarkan kepada yang lain itu daya lekatnya lebih tinggi,” tutur Mendikbud. (Desliana Maulipaksi) - http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2934


Berita Terkait Dunia Pendidikan / Kurikulum 2013

Pengumuman Bagi Peserta Prakondisi SM-3T Angkatan IV Tahun 2014 LPTK Universitas Tanjungpura

Pencapaian Hasil Belajar

Sosok Utuh Guru Professional