Kurikulum 2013: apa yang baru?

Opini Ilmiah


Rabu, 11 Maret 2015 - 14:13:31 WIB | dibaca: 1489 pembaca


Oleh: Leo Sutrisno
Mulai tahun ini, kurikulum baru, Kurikulum 2013, diterapkan secara bertahap. Dalam tulisan ini akan disajikan hal-hal yang diubah. Catatan: kurikulum diartikan sebagai  seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (PP RI NO 32 TAHUN 2013)

Apa pertimbangannya?
Menurut penjelasan resmi dari Pusat Kurikulum, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, ada empat hal  yang menjelaskan mengapa KTSP diubah, yaitu: tantangan masa depan, kompetensi masa depan, fenomena negatif yang mengemuka, serta persepsi masyarakat tentang KTSP.  
Tim penyusun Kurikulum 2013 mencatat sejumlah tantangan masa depan yang harus dihadapi oleh setiap orang Indonesia di abad ke-21 ini. Di antaranya adalah: globalisasi, lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi antara ilmu dan teknoligi, pola ekonomi berbasis pengetahuan, serta pergeseran ekonomi dunia. Karena itu, ada sejumlah kompetensi yang harus dimiliki setiap orang agar selamat menghadapi masalah-masalah itu. Di antaranya adalah: kemampuan berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, mempertimbangakan segi moral dari suatu permasalahan, mencoba mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, serta hidup selamat di era global.
Sejumlah  fenomena negatif yang mengemuka di masyarakat dewasa ini juga dipertimbangkan. Msialnya:  perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam ujian, serta berbagai gejolak massa yang lain.

Selain pertimbangan umum itu ada sejumlah pertimbangan yang lebih spesifik. Masilnya:  masyarakat umum berpendapat bahwa KTSP terlalu menitik-beratkan pada aspek kognitif belaka dan sedikit ‘melalaikan; aspek sikap dan ketrampilan. Akibatnya ditemukan banyak anak yang pandai tetapi kesantunannya memprihatinkan. Bagi sebagian orang menyebutkan bahwa beban materinya yang terlalu berat.

Sebagai tambahan, Prof. M. Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan kecuali Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), perangkat pembelajaran kurikulum 2013 akan disediakan oleh pemerintah. Upaya ini untuk mengurangi beban guru. Pasalnya,  banyak guru belum kompeten dalam merancang berbagai perangkat pembelajaran. ”Variasi sekolah dan guru itu luar biasa. Ada yang bisa membuat silabus, ada juga yang tidak. Jadi, kalau guru diwajibkan bikin silabus, ya remek,” (Kompas.com, 22/12/12)

Apa yang berubah?
Dalam penyelenggaraan pendidikan ada delapan (8) standar yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan. Ke-8 itu adalah: standar kompetensi lulusan, standar isi,  standar proses pembelajaran, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, serta standar pembiayaan. Empat yang pertama  erat berhubungan dengan kurikulum. Karena itu, perubahan yang terjadi dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 ada pada ke-empat standar yang pertama itu.  


Standar kompetensi lulusan
Standar kompetensi lulusan dimaknai sebagai kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan. Setelah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tertentu, setiap peserta didik diharapkan memiliki soft skills dan hard skills yang seimbang antara sikap (afektif), ketrampilan (psikomotor), dan pengetahuan (kognitif)-nya. Mereka mesti menjadi orang yang pandai dan berkarakter. Dalam Kurikulum 2013 ada dua tingkat kompetensi yang dirumuskan secara umum yaitu: kompetensi inti dan kompetensi dasar.   Kompetensi inti merujuk pada tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program. Kompetensi dasar merujuk pada kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran.  (Pada tulisan No. 2 akan dibicarakan bagian isi dengan lebih rinci).

Standar isi materi
Standar isi materi berisi kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan. Isi materi yang harus dipelajari diturunkan dari standar kompetensi lulusan. Di jenjang SD jumlah mata pelajaran dikurangi dari 10 menjadi 6 tetapi jumlah jam pelajaran per minggu justru ditambah 4 jam pelajaran. Jenjang SMP dari 12 menjadi 10 mata pelajaran. Tetapi, jumlah jam pelajaran perminggu juga ditambah (6 jam). Jenjang SMA, mata pelajaran dibagi menjadi dua kelompok: wajib dan pilihan. Jam pelajaran ditambah 2 jam. Jenjang SMK, selain wajib dan pilihan ada kelompok mata pelajaran produktif. (Tulisan No.3 akan menelaah bagian ini lebih rinci).

Standar proses pembelajaran
Standar proses berisi kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Proses pembelajaran meliputi kegiatan menangkap realita, mengamati, mengumpulkan data, menganalisis data/informasi serta membuat kesimpulan dan dilanjutkan sampai pada penyajian 9mengkomunikasikan baik secara lisan maupun tertulis. (Tulisan No. 4 akan membicarakan bagian ini lebih rinci).

Standar penilaian
Standar penilaian adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian berbasis pada kompetensi. Itu berarti akan bergeser dari tes hasil belajar ke kinerja (outentik). Selain itu, juga akan bergeser dari panilaian acuan normal (PAN) ke penilaian acuan patokan (PAP). Tulisan No. 5 akan menyajikan bagian ini lebih detail.
Inilah sekelumit perubahan kurikulum dari KTSP ke Kurikulum 2013. Ada perubahan-perubahan yang cukup mendasar. Lepas dari setuju atau tidak setuju, kurikulum 2013 sudah menjadi keputusan (politis). Karena itu, daripada membuang banyak energi untuk mendiskusikan antara pro dan kotra dalam seri tulisan ini akan melihat berbagai celah yang dapat disiasati. Semoga!

Standar kompetensi lulusan berkaitan dengan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar isi mencakup ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar proses pembelajaran berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar penilaian pendidikan berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Mei, 2013


Berita Terkait Opini Ilmiah / Opini Leo Sutrisno

Penerimaan Proposal Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Pendanaan Tahun 2016

Lomba Debat Bahasa Inggris Tahun 2015

Memutus Mata Rantai Kekerasan

Pendaftaran Peserta SM-3T Angkatan V Tahun 2015

Undangan Menghadiri Kegiatan Information Session on Project Meeting for Education Partnership..