Diminta Kembali Menjadi Rektor

Opini Ilmiah


Senin, 08 Desember 2014 - 09:52:45 WIB | dibaca: 1130 pembaca



Oleh: Aswandi
 
SEKELOMPOK kecil mahasiswa Untan menyampaikan aspirasinya meminta komitmen Prof. H. Thamrin Usman, DEA tidak kembali mencalonkan diri menjadi rektor karena empat tahun lalu beliau pernah mengatakan “Cukup Satu Periode”, Pontianak Post, 29 Nopember 2014.

Penulis sangat senang terhadap sikap kritis yang murni berasal dari hari nurani mahasiswa/i, namun harus diingat setiap kali ingin menyampaikan aspirasi harus melalui 3 pintu, artinya setelah pintu ke-1 terbuka, baru boleh membuka pintu ke-2, dan seterusnya. Pintu ke-1 adalah pesan yang disampaikan itu harus “Sebuah Kebenaran”, pintu ke-2 adalah “Diperlukan”, pintu ke-3 adalah “Kebaikan”. Setelah pintu ke-3 dilewati, komunikan baru boleh menyampaikan aspirasinya. Setelah aspirasi disampaikan komunikan harus/wajib “Bertanggung Jawab” atas apa yang disampaikannya. Formula yang berasal dari Aristoteles ini; “Sampaikan sebuah kebenaran yang diperlukan untuk kebaikan dengan penuh tanggung jawab” di atas mengingatkan penulis pada nasehat orang bijak, “Lebih baik tersesat di jalan yang benar, dari pada merasa benar di jalan yang sesat”.

Penulis sangat mengetahui dan dapat menjelaskan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa “Cukup Satu Periode” itu.
Statemen atau pernyataan “Cukup Satu Periode” pertama kali disampaikan Prof. Thamrin Usman, DEA pada pertemuan di rumah penulis sebelum pemilihan rektor empat tahun lalu.

Berselang beberapa hari, Prof. Thamrin Usman DEA dan koleganya bersilaturrahmi, mohon izin dan meminta nasehat kepada Prof. H. Hadari Nawawi, kembali keinginan menjadi rektor satu periode disampaikan. Namun Prof. Hadari Nawawi pada waktu itu tidak setuju (menolak) seraya mengatakan, “Jika Anda berhasil memajukan Untan, saya tetap berharap Anda melanjutkan kepemimpinan di Untan untuk periode kedua”. Sesepun Untan yang sangat kita hormati mengulang pernyataan di saat acara pisah sambut di Auditorium, meminta kembali Prof. Thamrin Usman bekerja keras memajukan Untan dan jika berhasil tidak ada larangan melanjutkan kepemimpinan periode kedua”.
Kali ketiga, pernyataan yang sama “Cukup Satu Periode” disampaikan beliau di hadapan senat dan terpublikasi di media massa.

Nasehat banyak pihak, seperti yang disampaikan Prof. Hadari Nawawi selaku sesepuh Untan memotivasi Prof. Thamrin Usman DEA untuk bekerja keras memajukan Untan. Alhamdulillah, Allah SWT membimbing dan memberi petunjukNya, Universitas Tanjungpura sebagai universitas kebanggaan bagi seluruh masyarakat di Kalimantan Barat menuai banyak prestasi, baik nasional maupun internasional yang sangat membanggakan kita semua kecuali bagi mereka tidak percaya pada hati nuraninya. Karena keterbatasan ruang opini ini, penulis sampaikan beberapa dari prestasi yang telah dicapai, diantaranya; (1) pembuka 35 program studi yang sesuai kebutuhan masyarakat Kalbar sehingga secara keseluruhan saat ini terdapat 95 program studi; (2) membangun kerjasama luar negeri menuju internasionalisasi Universitas Tanjungpura, diantaranya kerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat, Inggris. Prancis, China, Jepang, Malaysia, Thailand, Belgia, Taiwan, dan Denmark; (3) Peningkatan kualifikasi dan kompetensi akademik dosen. Tahun 2014 ini saja mengirim 10 orang dosen program doktor ke Inggris. 5 orang dosen ke Prancis, 2 orang ke German, dan 2 orang ke Jepang;  (4) sarana dan prasarana berkembang, diantaranya; pembangunan gedung perkuliahan di semua fakultas, pembangunan ruang dan peralatan laboratorium, pusat uji kompetensi, pembangunan gedung rawat inap 8 lantai, ruang bedah, Amcor, BCLC, France Corner, Pearson English Test, dan sebagainya; (5) penguatan kapasitas kelembagaan berupa Sistem Management Berbasis IT. Di tahun 2014, Untan ditetapkan sebagai PTN terbaik dalam pengelolaan keuangan, dan bertambah jumlah koleksi perpustakaan; (6) Memberikan beasiswa dalam berbagai bentuk, terutama bagi mahasiswa berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi melibatkan para temanggung adat, memberi kesempatan kepada putra-purti kerajaan di Kalbar, dan memberi beasiswa bidik misi bagi keluarga kurang mampu; (7) prestasi mahasiswa di forum nasional dan internasional selama 4 (empat) tahun terakhir sangat membanggakan, diantaranya tercatat; (a) Robby Maulana mahasiswa program studi Kimia FMIPA juara I Olimpiade Sain Nasional (OSN) Pertamina, (b) juara satu kontes robot nasional di ITB; Juara III National Cyber Defence Competetition Kementerian Pertahanan RI  (c) Erita menjadi juara nasional Enterpreneurship Bank Mandiri: (c) Tajul Ashar mahasiswa Fakultas kedokteran Untan menjuarai satu lomba karya ilmiah medic nasional di Udayana Bali, Juara dua lomba gizi di Unhas Makasar, (8)  . Di forum Internasional, diantaranya tercatat; (a) tahun 2012, Nanda Lailatul Qadriani dan Yoana Afrimonica tahun 2013, keduanya mahasiswi Prodi Bahasa Mandarin FKIP Untan yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dimana mereka menjuarai lomba ketrampilan bahasa Mandarin di forum Chinese Bridge Internasional di Hunan Changsha China; (b) memenangkan muhibah pestas seni di Prancis dan German mewakili Indonesia; (c) Tajul Ashar kembali tercatat sebagai Best Participant pada Indonesia-Jepang Youth Competition in Jepang; (9) Pemberdayaan mahasiswa; (a) Tim biodiesel Trans Borneo-Thailand; (b) TransJawa-Bali; (c) tim Science and Technology Muhibah Expose keUTM Johor; (d) entrepreneurship mahasiswa; (e) timterjunpayung  yang merupakan satu-satunya di Indonesia; (f) Marching Band; (g) Diving/Selam; (h) Dragon Boat; (10)  Di dunia akademik, Prof. Thamrin Usman DEA memberi contoh dan tauladan kepada sivitas akademika dimana di tengah-tengah kesibukannya memimpin, beliau mampu menghasilkan 3 (tiga) buah paten di bidang keahliannya.

Memperhatikan kemajuan dan prestasi yang telah dicapai dan keberpihakan Prof. Thamrin Usman DEA terhadap mahasiswa dari golongan kurang mampu secara ekonomi (miskin), maka tidaklah salah jika hampir semua (72,4%) anggota senat Untan menyampaikan testimoni meminta kembali beliau menjadi Rektor Untan Periode Kedua. Cukup lama beliau mempertimbangkan keinginan tersebut, melihat sisi modharat dan manfaatnya. Soal ada pihak yang tidak senang, itu adalah hal biasa. Nabi yang sudah dijanjikan Allah SWT masuk surga, masih saja ada orang yang tidak menyenangi. Demi beribadah kepadaNya, jangan ragu lagi mencalonkan diri menjadi rektor periode kedua. Insyaallah. Cukuplah uraian di atas menjelaskan bahwa Prof. Thamrin Usman DEA bukanlah tergolong tipe orang ambisius atau harus kekuasaan sebagaimana dituduhkan selama ini kepadanya, barangkali justru sebaliknya.

Mengamati fenomena yang sebenarnya terjadi, maka tuntutan sebagian kecil pihak “Cukup Satu Periode” sudah tidak relevan lagi dan secara hukum “DIBENARKAN” sebagaimana terdapat pada Permendikbud RI No. 33/Tahun 2012, pasal 8 berbunyi, “masa jabatan Rektor/Ketua/Direktur adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan”. Yang tidak dibenarkan dan kita wajib secara bersama-sama menolaknya adalah menjadi pemimpin atau menjadi rektor menggunakan jasa dukun santet karena kemusyrikan tersebut menjauhkan kita dari hidayah dan petunjukNya serta Untan tidak akan diridhai oleh Allah SWT (Penulis, Dosen FKIP Untan dan Direktur The Aswandi Foundation)


Berita Terkait Opini Ilmiah / Opini Aswandi

Memulai Perubahann

Guru Indonesia

Menolak Standarisasi Ujian

Menghormati Pahlawan

Pemimpin Bersama Guru