Alex, Bakat yang (Sementara) Terhimpit Nasib

Dunia Pendidikan


Selasa, 12 Agustus 2014 - 09:19:27 WIB | dibaca: 1554 pembaca



Foto: Alex Lintoho, keakuratan memandang objek membuatnya mampu menghasilkan gambar yang bagus.

Oleh: Nur Faiziyah

“Tidak, aku sama sekali tidak menyesali keberadaan ku di pulau ini. Karena di sini lah aku menemukan mutiara-mutiara yang tertutup lumpur itu. Murid-muridku yang cemerlang. sayang kecemerlangan mereka tertutup kelabunya nasib. Namun aku menemukannya, berusaha memolesnya sehingga mereka tau mereka punya sesuatu untuk mereka asah dan banggakan,”
 
Berbadan kecil, kulitnya hitam dan rambut yang kemerahan akibat sengatan matahari pantai. Leher dan telinganya penuh daki yang sudah mengerak, dia adalah Alex Lintoho, bila sebelumnya kawan sudah akrab dengan Aldini di tulisan sebelumnya, Alex adalah teman sekelas Aldini di kelas 6 di SD GMIST Yobel Lamanggo.
 
Seperti halnya anak-anak lainnya, kesan pertama melihat Alex tidak ada yang istimewa. Hal berbeda bila kita memandang wajahnya lebih jauh, kita akan melihat kedalaman matanya yang berkilat seolah memancarakan kecerdasan. Bukan kecerdasan matematika atau sains dan semacamnya, tapi ini adalah kecerdasan yang lain. Tuhan menganugerahkan tangan kidal yang hebat pada Alex, ia mampu menggambar dengan sangat baik. Jika ia sudah melihat suatu objek, dia akan menggambarnya dengan sangat akurat. Apa ini berhubungan dengan sorot mata yang aku anggap berbeda itu, entahlah.
 
Buku pelajarannya penuh dengan gambar-gambar hasil coretan tangannya. Hal itu yang membuat aku tak ragu memilihnya mewakili sekolah dalam lomba menggambar tingkat kecamatan dalam rangka memperingati hati pendidikan Nasional pada 2 Mei 2014 lalu. Pemberitahuan mendadak perihal lomba ini membuat kami tak memiliki waktu banyak untuk melakukan persiapan. Namun bakat dan talentalah yang mengambil alih semua.
 
Berbekal pensil dan satu pak pensil warna yang dulu sempat ku beli di kota, Alex maju berlomba. Tangan kirinya dengan lincah menggambar bentuk-bentuk indah. Dalam setiap goresannya, ia seolah menceritakan detail mengenai latihan upcara yang digelar di sekolah.
Setelah melalui proses penjurian yang ketat, Alex menang. Dia berhasil menyabet juara satu lomba menggambar se kecamatan Biaro. Prestasi membanggakan yang membuat harum nama sekolah kami, SD GMIST Yobel Lamanggo. Dibalik prestasi gemilang Alex tersebut, ternyata ada kisah pilu, Alex berniat tidak melanjutkan sekolah, himpitan ekonomi tidak memberinya celah untuk melanjutkan pendidikan.
 
Alex Lintoho, muridku yang berbakat adalah seorang yatim piatu. Ayah ibunya sudah meninggal dalam kecelakaan laut. Tubuh mereka hilang, tak dapat ditemukan kala berlayar malam-malam mencari ikan. Suatu hal yang biasa terjadi di lingkungan pesisir. Selama ini, Alex tinggal dengan nenek satu-satunya yang sudah tua. Mereka hidup bersama menopang satu sama lain. Nenek Alex tak punya mata pencaharian lain selain berkebun. Keadaan inilah yang membuat Alex harus membantu neneknya di kebun setiap pulang sekolah. Mereka bertanam ubi dan kelapa.

Tulisan Alex dalam suatu tugas yang tak ingin melanjutkan sekolah karena harus membantu neneknya.

Foto: Tulisan Alex dalam suatu tugas yang tak ingin melanjutkan sekolah karena harus membantu neneknya.

Niat Alex tidak melanjutkan sekolah aku temukan dalam suatu tugas tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus SD. Dalam tulisannya Alex akan membantu neneknya, berjuang bertahan hidup dengan berkebun, itulah Alex. Aku tak tahu bagaimana nasib akan menuntunnya. Namun aku yakin. Keterampilan tangan kirinya dalam menggambar suatu saat akan membawanya mengubah nasib.

Kisah Selengkapnya kunjungi Blog Nur Faiziyah : http://fayzaic.wordpress.com

[Nur Faiziyah, Juara pertama Kompetition Blog Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Liputan6.com Tahun 2014 adalah Peserta SM-3T Angkatan III yang ditugaskan di SD GMIST Yobel Lamanggo - Sulawesi Utara]

 


Berita Terkait Dunia Pendidikan / SM3T

Guru: Bukan Calon TBC Tapi Profesi yang Not Only Story, But Also History

Kurikulum 2013 Gunakan Konsep Piramida Pembelajaran Aktif

Pengumuman Bagi Peserta Prakondisi SM-3T Angkatan IV Tahun 2014 LPTK Universitas Tanjungpura

Penerimaan Peserta Program SM-3T Angkatan IV Tahun 2014

Pencapaian Hasil Belajar