34 lebah Untan memberi makna ke Flores Timur – NTT

Dunia Pendidikan


Jumat, 05 September 2014 - 17:24:09 WIB | dibaca: 1758 pembaca



Foto: 34 Peserta Bersama Koordinator SM3T dan Dekan FKIP Untan

FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura, Kamis (28/08) kemarin melepas 34 peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) angkatan IV tahun 2014 bertempat di Aula FKIP Untan. 34 sarjana Kependidikan yang berasal dari beberapa LPTK di Kalimantan Barat dan ditambah dua orang dari Universitas Medan dan Yogyakarta itu bertolak sabtu (30/08) kemarin menuju lokasi pengabdiannya yakni di Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Koordinator Program SM-3T Untan, Eny Enawaty, 34 peserta yang berangkat ini merupakan hasil seleksi bertahap. “Dari total 217 Sarjana Pendidikan yang mendaftarkan diri pada penerimaan peserta program SM-3T angkatan IV Tahun 2014, 118 SPd yang melakukan finalisasi pendaftaran di Universitas Tanjungpura, dan terjaring sebanyak 107  peserta yang lolos verifikasi administrasi.

Dari 107 peserta yang dijadwalkan untuk mengikuti tes online, 88 peserta (75,7%) yang hadir dan mengikuti pelaksanaan tes online dan hanya 43 peserta (40,19%) yang lolos tes online kemampuan akademik, kemampuan bidang dan Bahasa Inggris. Dari 43 peserta yang dinyatakan lolos tes online, terpilihlah 36 orang yang dinyatakan lolos tes wawancara.”

Sebelum Berangkat, peserta telah mendapat pembekalan pra kondisi selama 13 hari. “Peserta mendapat pembekalan wawasan akademik mengenai perangkat pembelajaran kurikulum 2013, wawasan hukum dari Kejaksaan Agung, wawasan Keluarga Berencana BKKBN Pusat dan Pelatihan fisik ketahanmalangan dari Prajurit TNI,” terangnya sembari menceritakan bahwa peserta juga telah mendapat orientasi mengenai kondisi daerah Flores Timur NTT langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Flores Timur. “Kehadiran Pak Kadis Pendidikan Flores Timur ke sini mengisyaratkan bahwa masyarakat di sana akan menerima dengan baik kehadiran peserta SM-3T dari FKIP Untan,” ungkapnya.

Menurut Eny Enawaty, peserta akan mengabdi menjadi pendidik di daerah Flores Timur selama setahun. “Selama setahun di sana mereka akan ditanggung biaya hidup sebesar Rp 2.500.000,-/bulan plus asuransi. Setelah setahun mereka akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara gratis di LPTK mereka pilih” kata ibu yang akan mengantar langsung peserta ke NTT.

Sementara Ketua Pengelola SM-3T Untan, Dr. Aswandi mengatakan, dengan telah bergulirnya program SM-3T di tahun ke-4, itu berarti program tersebut dianggap baik dan mendapat apresiasi dari pemerintah. “Hanya 17 LPTK yang dipercaya menyelenggarakan program ini se-Indonesia. Bahkan di Pulau Kalimantan hanya FKIP Untan dan Universitas Mulawarman di Kaltim yang dipercaya”, kata Dekan FKIP Untan ini. Kedapan jelas Aswandi, perekrutan guru PNS direncanakan akan melalui pola seperti SM-3T. “Alumni kegiatan SM-3T akan mendapat perlakuan khusus saat seleksi PNS guru,” terangnya sembari menginformasikan bahwa angkatan pertama program Sm-3T dari FKIP Untan sudah berhasil lulus mengikuti PPG.

Bapak Dr. Aswandi berharap, peserta SM-3T tahun ini dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Semoga kehadiran mereka bermanfaat, ibarat lebah mereka bisa meninggalkan madu yang manis bagi warga di Flores Timur NTT,” harapnya.


Berita Terkait Dunia Pendidikan / SM3T

Alex, Bakat yang (Sementara) Terhimpit Nasib

Guru: Bukan Calon TBC Tapi Profesi yang Not Only Story, But Also History

Kurikulum 2013 Gunakan Konsep Piramida Pembelajaran Aktif

Pengumuman Bagi Peserta Prakondisi SM-3T Angkatan IV Tahun 2014 LPTK Universitas Tanjungpura

Penerimaan Peserta Program SM-3T Angkatan IV Tahun 2014